Obsesi Kronis (Yizhan)

                                OBSESI KRONIS

                                              



Cast





Xiao Zhan Dokter bedah umum





Wang Yibo Dokter ahli bedah jantung





Dilraba Dilmurat istri Xiao Zhan





Xiao So-yi, putri Xiao Zhan & Dilraba


***


Beijing, 26 Februari 2021,


Awan nampak gelap matahari tak menampakkan sinarnya. Hujan rintik- rintik membasahi bumi pertiwi.
Pagi itu Xiao Zhan melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat dia bekerja, dia adalah seorang dokter ahli bedah umum yang berusia 30 tahun.
Hari ini jadwal Xiao Zhan hanya memeriksa pasien yang akan check up atau pasien baru, tidak ada jadwal untuk melakukan operasi. Setelah berkutat dengan para pasien hampir seharian akhirnya Xiao Zhan keluar dari ruangan poli bedah umum untuk istirahat menuju kantin. Dan pada saat itu, dia melihat sosok yang menurut netranya tidaklah asing sedang berjalan dengan para dokter lainnya menuju ke ruang staff dokter, dia adalah Wang Yibo.


Xiao Zhan berhenti melangkahkan kakinya dan bersembunyi dibalik tembok dengan memegang jantungnya yang berdetak kencang. "Yibo! Sedang apa dia disini? Dia benar-benar Wang Yibo, bukankah dia ada di shanghai, mengapa dia kembali," gumamnya dalam hati.


Sementara tanpa Xiao Zhan sadari, Wang Yibo sempat melihat Xiao Zhan yang bersembunyi, dia hanya melirik sekilas ke arahnya, tetapi tak berniat untuk menyapa pemuda dibalik tembok itu.


Xiao Zhan kembali ke poli bedah untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Namun pikiran dia tak berada di tempatnya. Tangannya gemetar bahkan tak jarang dia juga ditegur perawat poli karena Xiao Zhan melamun sedari tadi.


Wang Yibo adalah dokter baru di rumah sakit tempat Xiao Zhan bekerja, hari ini adalah hari pertamanya. Dia adalah seorang dokter bedah jantung berusia 30 tahun.
"Xiao Zhan, akhirnya kita bertemu kembali setelah sekian lama."


***


Xiao Zhan telah menikahi perempuan bernama Dillraba 5 tahun yang lalu. Mereka kini telah memiliki seorang putri berusia 4 tahun. Keduanya menikah karena dijodohkan oleh orang tua, tidak ada perasaan cinta dari Xiao Zhan untuk Reba. Begitupun sebaliknya. Namun setelah tahun pertama usia pernikahan mereka, kini Reba dan Zhan telah saling mencintai layaknya pasangan suami istri yang normal.


Kehidupan pernikahan mereka berjalan baik-baik saja selama ini. Zhan juga merupakan seorang ayah yang hangat pada putri kesayangannya yang bernama Xiao So-yi. Namun semuanya berubah saat Xiao Zhan dipertemukan lagi dengan sosok bernama Wang Yibo di rumah sakit tempat keduanya bekerja. Ada kisah yang belum usai dengan pria bermarga Wang itu.


“Sayang, cepatlah sedikit sepertinya akan turun hujan, kau harus mengantarkan So-yi terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah sakit,” kata Reba istri Xiao Zhan.


“Tunggu sebentar lagi, aku harus merapihkan dasiku terlebih dahulu, atau bisakah kau membantuku merapihkannya?” godanya pada sang istri.


“Dasar kau ini ..., kemarilah akan ku rapihkan dasimu.”


Xiao Zhan menuruti titah istri cantiknya itu dengan tersenyum simpul. “Di mana So-yi? Bukankah kau bilang kita akan pergi bersama?”


Reba mendengus, masih dengan jari-jemari lentiknya yang dengan telaten mengikat dasi sang suami tercinta. “Dia sudah menunggumu di mobil sejak tadi.”


“Mengapa kau tidak mengatakannya sejak tadi, aku jadi merasa bersalah membiarkan putri cantik kita menunggu lama.” Xiao Zhan bergegas keluar dari kamarnya dan segera menghampiri putri semata wayangnya, bahkan dia melupakan bekal makan yang telah Reba siapkan untuknya.



***



Yibo tersenyum penuh arti saat melihat Wajah pria yang selama ini dia rindukan. “Xiao Zhan, akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama.”


Suara pintu berdecit terdengar, seseorang tengah membuka pintu ruangan Xiao Zhan. Berjalan perlahan tanpa mengucapkan salam terlebih dulu kepada pemilik ruangan yang tengah sibuk dengan layar komputer di depannya.
“Ah ..., kau sedang sibuk rupanya,” katanya santai.


Sukses membuat fokus Xiao Zhan teralihkan. Maniknya menatap wajah seseorang yang tengah berdiri di seberang meja kerjanya.
“Yibo— benarkah kau kembali?”


Yibo tersenyum hangat. “Tentu saja, seperti yang kau lihat. Aku bekerja di sini mulai hari ini.”


Xiao Zhan berusaha mengobrol setenang mungkin dihadapan Yibo. Dia tidak ingin menunjukkan kelemahan yang selama ini sudah ia sembunyikan dengan rapat.


“Bagaimana pernikahanmu dengan wanita pilihan orang tuamu? Apakah berjalan lancar?” selidik Yibo.


“Kami baik-baik saja, bahkan putri cantikku sudah tumbuh besar. Bagaimana denganmu?” balasnya setenang mungkin.


“Aku?” Yibo menunjuk dirinya sendiri. “Belum menikah. Belum bisa menemukan seseorang seperti dirimu,” ujarnya menohok Xiao Zhan.


“Yibo, hentikan bercandamu tidak lucu. Ini rumah sakit tempat kita bekerja jangan sampai ada yang mendengar dan salah paham tentang ucapanmu itu!” desis Xiao Zhan.


“Aku sedang tidak bercanda, kau tahu itu Xiao Zhan.”


“Cukup Yibo, jangan dilanjutkan. Aku tak pernah mendengar hal yang baru saja keluar dari mulutmu itu. Permisi aku pamit pulang lebih dulu istri dan putriku sudah menunggu di rumah.” Xiao Zhan bergegas meninggalkan ruangan dan juga Yibo yang masih duduk diam tak bergeming di tempatnya.


“Wow ..., sepertinya tidak akan mudah untuk mengejarmu kembali Xiao Zhan,” gerutu Yibo.


Sesampainya di rumah, Xiao Zhan bergegas memeluk sang istri dengan hangat. Dia mengecup pucuk kepala perempuan berparas cantik itu.
Sayang, maafkan aku,” gumamnya dalam hati.


“Sayang ..., apa sesuatu yang buruk baru saja terjadi? Apa kau baik-baik saja?” tanya Reba lembut pada sang suami.


“Tidak ada, tetaplah seperti ini sebentar saja Reba.” Zhan mendekap erat istri tercintanya. Merasa teramat berdosa, dan bersalah. Dia tidak pernah menceritakan kisahnya, masa lalu kelamnya yang menjalin cinta terlarang dengan sesama pria pada wanita yang telah dinikahinya selama 5 tahun. Xiao Zhan takut jika Reba cepat atau lambat akan mengetahui tentang hal ini.


Xiao Zhan sangat mengenal Yibo lebih dari apapun, pria itu adalah pria yang begitu nekad,  dia akan melakukan apapun untuk bisa kembali bersamanya. Dahulu saat mereka berpisah, itu adalah kemauan Xiao Zhan. Yibo tidak pernah rela untuk berpisah dengannya. Kalau saja sesuatu yang buruk tidak menimpa keluarga Yibo saat itu, pria itu akan terus mempertahankan Xiao Zhan. Namun karena hal buruk menimpa keluarganya di shanghai akhirnya Yibo mau melepaskan Xiao Zhan, karena keluarga Xiao Zhan membuat kesepakatan dengannya agar Yibo mau melepaskan dan merelakan putra mereka untuk menikahi wanita pilihan kedua orang tua Xiao Zhan. Yah berkat itu Xiao Zhan bisa lepas dari jerat cinta seorang Wang Yibo.


“Ayah ....” So-yi berlari ke arah ayahnya, membuat Xiao Zhan melepaskan pelukkannya dari sang istri dan beralih memeluk putri kecilnya yang cantik. So-yi berambut panjang dengan bola mata yang besar, serta kelopak mata ganda membuat dia terlihat cantik seperti barbie. Kecantikannya menurun sempurna, berkat perpaduan genetik antara Xiao Zhan dan Dillraba.


Xiao Zhan membuka kedua tangannya lebar untuk memeluk tubuh mungil So-yi. “Kemarilah putri kecil Ayah yang cantik.”


“Ayah, apa Ayah mengangis?” tanya So-yi polos.


“Benarkah sayang kau menangis?” Reba menimpali.


“Tidak ..., Ayah tidak menangis mungkin karena menatap layar komputer terlalu lama sehingga membuat mata Ayah memerah dan berair,” kilahnya pada anak dan istri tercinta.


“Benarkah begitu? Ayah tidak menangis?”


“Hemm” Xiao Zhan mengangguk mantap. Sementara Reba tersenyum manis melihat tingkah ayah dan anak yang menggemaskan itu.



***



Rumah Sakit,
Yibo sengaja menunggu kedatangan Xiao Zhan di parkiran agar dia bisa berbicara leluasa tentang masalah pribadi dengan tenang tanpa mengkhawatirkan kehadiran orang lain.


Setelah maniknya melihat sosok pria manis yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya, senyumnya mengembang dengan sempurna. “Kau tidak berubah sama sekali bunny, masih sama seperti dulu,” ujarnya.


Kakinya berlari menghampiri sosok yang lebih tinggi darinya. “Xiao Zhan, tunggu aku ....”


Xiao Zhan mengernyit. “Kau sengaja menungguku di sini dari tadi?”


“Masuklah ke mobilku lebih dulu,” pinta Yibo. Dia menarik pergelangan tangan Xiao Zhan dan menuntunnya masuk ke mobil pribadinya.


“Ada apa lagi? Hingga kita harus berbicara di sini seperti ini?” ketus Xiao Zhan.


“Kembalilah bersamaku Xiao Zhan— ”


“Kau benar-benar gila Wang Yibo!” marah Xiao Zhan, membuka pintu mobil Yibo dan bergegas meninggalkan pria tampan itu.


“Xiao Zhan! Yak aku belum selesai berbicara— aish sialan!” umpatnya kesal.


Keduanya melakukan aktivitas bekerja sebagai dokter seperti biasa, sangat profesional tidak melibatkan perasaan pribadi mencampuri pekerjaan mereka.


Ponsel pintar Xiao Zhan berdering, menandakan notifikasi pesan masuk dari nomer asing tak dikenal.


+86xxxxxxxxxx
Istri dan putrimu sangat cantik, tidak heran jika kau menolakku.


Pesan yang ia baca barusan membuat Xiao Zhan geram. Dia meremas benda pipih berwarna rose gold itu. Xiao Zhan berteriak rendah menahan amarahnya. “Wang Yibo!” Dia segera berlari pergi meninggalkan ruang kerjanya untuk menemui Yibo yang baru saja mengusik keluarga kecilnya.


Di ruang kerja Yibo, Xiao Zhan tidak menemukan siapapun. Ruangan itu kosong. “jika Yibo tidak berada di sini, lalu di mana dia? Apa rencanamu Wang Yibo sialan,” geram Xiao Zhan.


Xiao Zhan berlari kecil mengelilingi rumah sakit untuk mencari keberadaan Yibo. Beruntung sekarang adalah jam istirahat jadi Xiao Zhan tidak harus disibukkan dengan para pasiennya. Maniknya menangkap sosok yang sedari tadi ia cari sedang berdiri di depan mesin minuman. Saat dia akan melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang tersangka, terlihat dua orang lainnya yang amat Xiao Zhan kenali. Yah mereka istri dan putri kecil Xiao Zhan.


“Reba, So-yi sedang apa mereka di sini dan mengapa mereka bersama Yibo? Yibo apapun rencanamu tolong jangan libatkan mereka ...,” ujar Xiao Zhan lirih.


Xiao Zhan berusaha menenangkan diri dan menghampiri ketiganya seolah tidak ada yang perlu dia khawatirkan. “So-yi ..., Reba ada apa kalian tiba-tiba kemari?”


Dia menggenggam tangan kecil putrinya, dan menautkan lengan satunya pada istrinya Reba.


“Ahh ..., mereka berdua sangat cantik dokter Xiao, aku merasa iri denganmu sekarang. Kau memiliki keluarga kecil yang bahagia,” timpal Yibo berakting.


“Kau juga tampan dokter Wang. Istrimu juga pasti sangat mencintaimu,” ujar Reba sopan.


“Sayang sekali, aku belum menikah dan belum menemukan pendamping yang cocok ...,” jawabnya dibuat dramatis.


“Maafkan aku dokter Wang,” kata Reba merasa tidak enak.


Xiao Zhan sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi, akhirnya kini dia bersuara, “Sudahlah sayang, dokter Wang kami pamit lebih dulu.”


Reba dan So-yi menganggukkan kepala sebagai tanda pamit dan  salam perpisahan pada Yibo, sementara Xiao Zhan hanya memutar badan acuh tak acuh meninggalkan pria itu.


“Sayang apa yang terjadi? Mengapa kalian bersama dokter Wang? Dan apa kalian membicarakan sesuatu?”


“Dia hanya menolongku, tadi aku tersesat kau tahu aku susah menghapal arah. Kita hanya mengobrol sebentar dan ternyata dokter Wang adalah teman dekatmu sedari kuliah. Tapi Sayang kau tak pernah bercerita tentangnya dan dia juga tidak hadir dipernikahan kita dulu.”


“Hanya teman biasa tidak terlalu dekat,” kilahnya.


“Sayang ..., mengapa kau seperti membencinya. Aku tahu hubungan kalian dulu sangat dekat. Dokter Wang bercerita banyak tentangmu dan menunjukkan potret kalian berdua sewaktu kuliah. Terlihat sangat bahagia.”


“Re—reba apa hanya itu yang dia ceritakan padamu?” selidik Xiao Zhan.


“Heem, dia pria yang baik dan tampan. Namun sayang sekali belum menemukan pendamping yang tepat.”


“Reba lebih baik tidak usah mencampuri urusan orang lain,” titah Xiao Zhan namun dengan nada yang lembut agar lebih diterima oleh istrinya.


Ketika kedua orang tuanya sedang mengobrol dengan serius, So-yi hanya bermain dengan ponsel miliknya, tak berniat mencampuri atau mendengarkan percakapan mereka. Sungguh anak yang baik dan polos. Kemudian Reba dan So-yi pamit untuk pulang setelah meninggalkan kotak makan siang untuk Xiao Zhan.


Melihat istri dan putri Xiao Zhan meninggalkan pria itu untuk pulang. Yibo segera melancarkan aksinya untuk menggoda agar Xiao Zhan mau kembali bersamanya.


“Apa mereka sudah pulang?” tanya Yibo segera setelah menutup daun pintu ruangan Xiao Zhan.


Xiao Zhan mendengus. “Baru saja, untuk apalagi kau ke ruanganku? Sepertinya kau memiliki banyak waktu senggang dokter Wang? Apa kau tidak memiliki pasien?” cibirnya.


“Lupakan soal pasien. Mari kita bahas tentang kita.”


“Tidak perlu ada yang dibicarakan lagi mengenai kita Yibo ....”


“Xiao Zhan ayolah kau pikir aku bodoh! Kau masih mencintaiku kau tidak mencintainya. Terlihat jelas dari sorot matamu!”


“Cih, kau salah Yibo! Aku mencintai mereka lebih dari nyawaku sendiri!”


“Benarkah? Lalu apakah akan tetap sama jika istrimu tahu jika kau bukanlah laki-laki straight seperti yang ia tahu selama ini!”


“Diam! Cukup Wang Yibo ..., kau dan aku adalah kesalahan! Itu bukanlah cinta. Melainkan hanya rasa penasaran dan obsesimu saja! Aku tak pernah mencintaimu,” desis Xiao Zhan.


Yibo tak terima dengan alasan Xiao Zhan, dia menahan emosinya, berjalan mendekat kearah pria yang lebih tinggi darinya.


“Kesalahan? Kau yakin Xiao Zhan , hanya kesalahan? Xiao Zhan ayolah di sini hanya ada kita berdua cobalah untuk jujur dengan perasanmu sendiri.”


“Cukup Yibo ..., itu masa lalu, sekarang aku tidak ingin mengecewakan mereka hanya karena kau!”


Terdengar suara pintu berdecit. Baik Yibo maupun Xiao Zhan segera mengalihkan pandangan ke arah pintu, dan benar saja Reba mendengarkan pertengkaran sengit antara Xiao Zhan dan Yibo. Reba berlari dengan tangis sesak dihatinya. Dia berlari menggenggam pergelangan tangan So-yi. Berharap agar apa yang baru saja ia dengarkan adalah kekeliruan, itu tidak nyata. Hatinya hancur berkeping-keping. Istri mana yang tidak hancur mengetahui laki-laki yang dia nikahi saat ini adalah laki-laki yang mempunyai masa lalu kelam, membayangkan saja tidak pernah.


Xiao Zhan berusaha mengejar Reba, menahan lengannya namun segera ditepis oleh sang istri.


“Reba—dengarkan aku dulu,” ujarnya masih berusaha meyakinkan.


“Lepaskan!” tolaknya.



***



Kini keduanya duduk berhadapan di meja makan. Hening cukup lama menyelimuti keduanya. Menguatkan perasaan masing-masing sebelum dari mereka memulai memecah keheningan.


“Apa semua itu benar Xiao Zhan?” tanya Reba terisak tertahan.


“Ya, maafkan aku Reba.”


“Mengapa kau tidak jujur padaku lebih awal?”


“Maaf” Hanya kata itu yang bisa Xiao Zhan ucapkan dia tidak akan mengelak atau menyangkal untuk mencari pembenaran bagi dirinya sendiri.


“Apa kau tahu bagaimana perasaanku sekarang?”


“Ya, aku tahu lebih dari apapun.”


“Apa kau pernah mencintaiku?”


“Reba ..., maaf.”


“Mengapa kau harus meminta maaf padaku? Bukankah kau sendiri pun tersiksa selama ini harus menahan semuanya sendiri!”


“Xiao Zhan— kau laki-laki yang baik dan figur Ayah yang baik bagi So-yi. Aku tidak ingin menjadi penghalang bagi kalian jika kau masih mencintainya. Lebih baik ceraikan aku dan kembali padanya,” ujarnya dengan tangis terisak.


“Reba, bukan itu yang aku inginkan.” Xiao Zhan meraih tangan reba dan menggenggamnya.


“Lalu apa yang kau inginkan? Kau ingin aku terus hidup bersamamu seumur hidupku,  dengan laki-laki yang tak pernah mencintaiku sama sekali? Bodoh! Kau egois Xiao Zhan.”


“Karena ke egoisanmu kau menyakitiku, anak kita So-yi, dan juga dia Wang Yibo laki-laki yang kau campakkan!”


“Reba— cukup. Aku tahu aku salah. Tapi kau tidak berhak menghakimiku. Kau tidak tahu cerita hidupku seutuhnya. Kau hanya melihat sepintas! Yah aku GAY dan itu sebuah kesalahan di masa mudaku. Untuk Yibo , yah aku mencintainya tapi bukan berarti kita harus bersama menentang hukum langit yang ada dan mengecewakan kedua orang tuaku. Aku tidak ingin menentang mereka. Aku sudah pernah mencoba meyakinkan mereka namun gagal. Pilihan mereka adalah kau, maka dari itu aku menikah denganmu Reba ....” Xiao Zhan pun menangis pilu, bukan hanya Yibo atau Reba yang tersiksa. Melainkan dirinya pun tersiksa lebih dari siapapun.


Cerita hidupnya yang dia sembunyikan rapat-rapat, cintanya yang terpaksa harus dia kubur dalam-dalam demi membahagiakan kedua orang tuanya. Masa depannya yang harus terikat pernikahan dengan perempuan pilihan orang tua tanpa ada perasaan cinta sama sekali. Semua itu dia simpan sendiri tanpa pernah ia curahkan pada siapapun. Sampai pertemuannya dengan Yibo yang sempat membuatnya goyah untuk kembali bersamanya. Namun tidak ingin meninggalkan istri dan putrinya.


Satu tahun berlalu,
Xiao Zhan sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit Beijing seperti setahun yang lalu, kini dia membuka klinik sendiri di daerah terpencil dekat pantai. Dia mengabdikan dirinya sebagai seorang dokter di sini. Musim gugur tahun lalu dia gagal mempertahankan rumah tangganya dengan Reba, dan cintanya dengan Yibo pun masih harus ia relakan. Sebab Xiao Zhan tidak bisa bila harus kembali dengannya. Xiao Zhan masih memikirkan perasaan Reba dan juga So-yi, dia tidak bisa egois untuk bersama Yibo setelah meninggalkan keluarga kecilnya. Bahkan jika perpisahan ini atas kemauan Reba, tapi dia telah berjanji pada mendiang orang tuanya dan juga Tuhan, bahwa dia tidak akan melawan takdir langit. Sesuatu yang tidak seharusnya dia miliki maka selamanya tidak akan pernah menjadi miliknya. Biarkan cintanya terhadap Yibo dia simpan sendiri. Seperti langit dan lautan menggambarkan makna cinta yang luas, tidak terikat namun abadi.



END




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama China Smile Code

Review Drama China Good Bye My princess versi saya

Chines Drama Intense Love